Laman

MENU

SELAMAT DATANG DI BLOG............ reffendi31

Selasa, 18 Juni 2013

modifikasi modem dengan parabola bekas

  Kali ini saya akan sharing tentang Antena Super Parabolic yang dimodifikasi dari antena Indovison bekas, dapat digunakan untuk USB Modem atau USB Wifi. Sebenarnya ukuran Feeder yang saya pakai disini untuk USB Wifi yang bekerja pada frekwensi 2,4 Ghz. Namun saya coba pakai USB Modem  dengan menerapkan sistem Prime Fokus dan ukuran titik fokus yang tepat, maka hasil penguatannyapun maksimal sampai 23 dBm. Dikatakan Super Parabolic karena dalam posisi diatas lantai teras rumah saya, yang mengarah ke Selatan seperti gambar diatas), sementara jarak BTS dari rumah saya kurang- lebih 2,5 Km sebelah Timur, apa yang terjadi? sedikit geser kiri - kanan, geser atas - bawah, signal 3G yang saya terima full sampai 5 Bar. Sedangkan ketika saya belum menggunakan antena ini, hanya USB Modem saya letakkan diatas jendela melalui kabel USB Extender 3 m, sedikitpun tak ada signal 3G yang terlacak, walau 1 Bar, betul-betul kosong.

       Sama halnya ketika pertama saya gunakan antena ini tanpa modifikasi, yaitu sistem offset fokus (seperti aslinya), kurang lebih beberapa hari terus ber-eksperimen mencari titik fokusnya dengan cara memindah-mindahkan posisi feeder (tabung pralon terbungkus aluminium foil) keatas-bawah, hasil maksimalnya hanya top pada penerimaan signal sampai 2 Bar itupun hanya signal GPRS, tidak lebih, dengan posisi sama seperti di atas lantai. Jadi anggapan saya, mungkin apabila antena tsb diletakkan diatas atap, bisa memperoleh signal 3G sampai 4 Bar. Namun saya tidak berhenti sampai di situ, terus berupaya mencari penguatan semaksimal mungkin, hingga akhirnya waktu terkuras lagi beberapa hari untuk uji coba, dan Alhamdulillah.., tidak sia-sia kesempatan dan waktu saya tersita dalam eksperimen ini.

      Setelah berhasil memperoleh signal full 5 Bar, saya coba mengukur kecepatan/speed download dan upload melalui aplikasi Speedtest dengan spesifikasi sebagai berikut :

1. Usb Modem yang saya pakai Merk Huawei E303 Tsel Flash.
2. Data Speed Modem adalah 7,2 Mbps.
3. Kartu operator GSM Tri 3 Jagoan internet.
4. Kabel Usb Extender 3 meter.
5. Hasil Speedtest kecepatan unduh 4.8 Mbps, unggah 1 Mbps.
6. Penguatan signal 3G full 5 Bar.


       Gambar antena super parabolic yang menerapkan prime fokus (fokus tengah),  yang telah dimodifikasi dari bentuk aslinya  offset fokus (fokus samping). Terdapat dua buah tiang penyangga dari pipa pralon 1/2 inchi, hal ini untuk menjaga titik fokus agar tidak mudah bergeser karena jarak titik fokusnya cukup jauh dari dasar dish antena.

Adapun tata cara dan teknik pembuatan antena super parabolic ini adalah sebagai berikut :

1. Persiapkan bahan-bahan tambahan yang akan digunakan seperti :
    a. Pipa Pralon diameter 3 inchi (89 mm), panjang 24 cm sebagai feeder.
    b. Pipa Pralon diameter 2 inchi, panjang 55 cm sebagai tiang tengah feeder.
    c. Pipa Pralon diameter 1/2 inchi, panjang 60 cm 2 batang, sebagai penyangga.
    d. Konversi pralon 3 inchi ke 2 inci.
    e. Dop 3 inchi dan 2 inchi masing-masing 1 buah.
    f.  Aluminium foil 0,22 mm, panjang 18 cm, lebar 30 cm, 1 lembar.
    g. Potongan kartu operator yang tidak terpakai, sebagai dudukan USB Modem/Wifi dalam tabung.
    h. 2 buah klep plastik berulir korek gas bekas.
    i.  Baut dan mur ukuran 12 mm x 30 mm 1 buah, untuk mengikat dop 2 inchi ke dasar dish.
    j.  Baut dan mur ukuran 8 mm x 30 mm 2 buah, untuk mengikat penyangga pralon 1/2 inchi.
    k. Usb Modem atau Usb Wifi, tergantung signal yang akan ditembak.
    l.  Kabel Usb Extender, panjang sesuai keinginan.
   m. Dish antena bekas Indovision.

2. Dan alat perkakas yang akan digunakan antara lain :
    a. Mesin Bor tangan,  dengan mata bor ukuran ; 3 mm, 8 mm, dan 12 mm.
    b. Pisau Cutter 1 buah.
    c. Mistar Penggaris, panjang 1 meter.
    d. Gunting Seng.
    e. Gergaji besi.
    f.  Amplas dan Lem China ( G ).
    g.  Lem perekat kulit (Lem Fox Adhesive).
    h.  Kunci pengencang baut/mur.




Selasa, 28 Mei 2013

Cara Menjadikan Modem Smartfren Sebagai Wifi / Hotspot Area.


untuk modem smartfrend type apa saja 
langsung saja saya akan share caranya:

1. connect dulu modem smartfren sobat. (sebelumnya pastikan modemnya sudah dipaketkan atau ada pulsanya biar bisa buat internetan.kekekek....)

2. ikuti langkah-langkah pada gambar dibawah ini:

wifi smartfren, wifi smartfren
klik kanan pada modem yang sudah connect, seperti contoh. kemudian pilih properties.

3. setelah itu akan muncul dialog box seperti dibawah ini:
wifi smartfren, wifi smartfren
centang seperti contoh, dan ganti home networking connection seperti contoh. OK

4.  kalau sudah, masuk panel, atau pada gambar pertama, sobat klik open network and sharing center.

5. klik set up new connection or network ----> set up a wirreless ad hoc ---> next. atau klik manage wireless networks ---> create an ad hoc network ---> next. nanti akan muncul dialog box seperti ini:
hotspot smartfren, hotspot smartfren, wifi

6. isi network name dan security key sesuai keinginan sobat .
Cara Menjadikan Modem Smartfren Sebagai Wifi / Hotspot Area. dan tentunya sobat bertanya-tanya, lantas bagaimana caranya teman dapat menikmati hotspotnya?. caranya cukup melihat pada wireless di komputer/laptop teman. nanti akan ada wifi/hotspot area yang sobat buat. kemudian connect dan masukkan password seperti yang sobat buat.

Cara Partisi SD Card Dengan MiniTool Partition Wizard



PERINGATAN:
Sebelum mempartisi sdcard, disarankan untuk membackup data-data ke pc dahulu dikarenakan, ketika proses partisi semua data di dalam sdcard akan terhapus. Tapi jika itu tidak masalah silahkan melanjutkan tutorial ini.

Cara Partisi SD Card

Step by step cara partisi SD card adalah:

1. Download MiniTool Partition Wizard – HOME yang Free di sini.

2. Install software tersebut.

3. Cabut / lepaskan SD Card dari smartphone Galaxy Mini, lalu masukkan SD card ke Memory Card Reader, setelah itu tancapkan Memory Card Reader ke komputer.  (kalo belum punya Memory Card Reader, beli dulu ya – cuma 8rb kok)

4. Buka software MiniTool Partition Wizard Home Edition.

5. Cari nama SD Card Anda, biasanya di Disk 2. Punya saya GALMINS5570, kapasitasnya 7.42GB (8GB). Kalo SD card punya Anda kapasitasnya 2GB, cari aja yang disitu tertera 1.8GB atau berapa yang jelas dibawah 2GB. Kenapa ukuran di software tersebut tidak tercatat sesuai aslinya? misal 8GB harusnya kan tertera 8GB. Silahkan gugling sendiri. hehe..

6.  Kalo sudah ketemu, klik kanan nama drive SD card Anda >> Delete.


7. Klik kanan lagi >> Create




 8. Setting seperti pada gambar berikut, lalu klik tombol OK.


Untuk nomor 3, Silahkan ubah sesuaikan sendiri. Pada gambar tersebut Unallocated Space After: 835.79 MB artinya nantinya memori internal smartphone akan bertambah menjadi 835.79 MB + 180 MB (bawaan).

Khusus yang mempartisi SD card dengan kapasitas 2GB:

Nomor 1: Primary

Nomor 2: FAT

Nomor 3: Silahkan Unallocated Space After nya dibuat kisaran 300MB s/d 500MB

Nomor 4: Silahkan namai sesuai keinginan Anda.

9. Yap.. Partisi pertama sudah jadi. Sekarang klik kanan drive yang tanda *: dibawah drive Partisi pertama yang Anda buat tadi >> pilih dan klik Create


Muncul gambar berikut:


Pilih Yes.

10. Atur / setting sesuai gambar berikut, lalu klik tombol OK.


11. Cek Operations Pending yang berada di panel sebelah kiri, akan tampak seperti ini:


Lalu klik tombol Apply.





Muncul gambar seperti ini,


Pilih Yes.

12. Tunggu prosesnya sampai selesai, seperti pada gambar di bawah ini.


Klik OK, dan SD card Anda sekarang sudah memiliki 2 buah Partisi! Terakhir close program MiniTool Partition Wizard Home Edition lalu copy kembali semua isi SD card yang tadi telah di backup.

NB: Melakukan partisi SD card ini diperuntukkan khusus jika ingin menginstall / menggunakan custom ROM.

Sabtu, 18 Mei 2013

Cara mengubah lagu menjadi karaoke dengan audacity

Print Friendly and PDFAssalamualaikum sobat, bagi shobat yang hobbies vokal boleh coba, kali ini saya akan share tentang bagaimana cara menghilangkan suara vokal pada lagu atau bisa disebut juga mengubah lagu menjadi karaoke, untuk yang belum punya softwarenya bisa download disini langsung saja kita ikuti langkah-langkah di bawah ini,

  • pilih lagu yang akan di jadikan karaoke dengan cara pilih file-impor-audio, lalu pilih lagu
  • kemudian pilih efek-vocal remover seperti pada gambar dibawah ini,
  •  kemudian kalau sudah, untuk cara menyimpanya pilih file-ekspor seperti pada gambar dibawah ini
  •  kemudian pilih format save sebagai mp3 seperti pada gambar dibawah ini,
  •  kemudian save
  • selesai

Kamis, 11 Oktober 2012

Kakek Penjual Amplop di ITB

Kisah Kakek Penjual Amplop di ITB. Kisah nyata ini ditulis oleh seorang dosen ITB bernama Rinaldi Munir mengenai seorang kakek yang tidak gentar berjuang untuk hidup dengan mencari nafkah dari hasil berjualan amplop di Masjid Salman ITB. Jaman sekarang amplop bukanlah sesuatu yang sangat dibutuhkan, tidak jarang kakek ini tidak laku jualannya dan pulang dengan tangan hampa. Mari kita simak kisah Kakek Penjual Amplop di ITB.

Kakek Penjual Amplop di ITB

Setiap menuju ke Masjid Salman ITB untuk shalat Jumat saya selalu melihat seorang Kakek tua yang duduk terpekur di depan dagangannya. Dia menjual kertas amplop yang sudah dibungkus di dalam plastik. Sepintas barang jualannya itu terasa “aneh” di antara pedagang lain yang memenuhi pasar kaget di seputaran Jalan Ganesha setiap hari Jumat. Pedagang di pasar kaget umumnya berjualan makanan, pakaian, DVD bajakan, barang mainan anak, sepatu dan barang-barang asesori lainnya. Tentu agak aneh dia “nyempil” sendiri menjual amplop, barang yang tidak terlalu dibutuhkan pada zaman yang serba elektronis seperti saat ini. Masa kejayaan pengiriman surat secara konvensional sudah berlalu, namun Kakek itu tetap menjual amplop. Mungkin Kakek itu tidak mengikuti perkembangan zaman, apalagi perkembangan teknologi informasi yang serba cepat dan instan, sehingga dia pikir masih ada orang yang membutuhkan amplop untuk berkirim surat.
Kehadiran Kakek tua dengan dagangannya yang tidak laku-laku itu menimbulkan rasa iba. Siapa sih yang mau membeli amplopnya itu? Tidak satupun orang yang lewat menuju masjid tertarik untuk membelinya. Lalu lalang orang yang bergegas menuju masjid Salman seolah tidak mempedulikan kehadiran Kakek tua itu.

Kemarin ketika hendak shalat Jumat di Salman saya melihat Kakek tua itu lagi sedang duduk terpekur. Saya sudah berjanji akan membeli amplopnya itu usai shalat, meskipun sebenarnya saya tidak terlalu membutuhkan benda tersebut. Yach, sekedar ingin membantu Kakek itu melariskan dagangannya. Seusai shalat Jumat dan hendak kembali ke kantor, saya menghampiri Kakek tadi. Saya tanya berapa harga amplopnya dalam satu bungkus plastik itu. “Seribu”, jawabnya dengan suara lirih. Oh Tuhan, harga sebungkus amplop yang isinnya sepuluh lembar itu hanya seribu rupiah? Uang sebesar itu hanya cukup untuk membeli dua gorengan bala-bala pada pedagang gorengan di dekatnya. Uang seribu rupiah yang tidak terlalu berarti bagi kita, tetapi bagi Kakek tua itu sangatlah berarti. Saya tercekat dan berusaha menahan air mata keharuan mendengar harga yang sangat murah itu. “Saya beli ya pak, sepuluh bungkus”, kata saya.
Kakek itu terlihat gembira karena saya membeli amplopnya dalam jumlah banyak. Dia memasukkan sepuluh bungkus amplop yang isinya sepuluh lembar per bungkusnya ke dalam bekas kotak amplop. Tangannya terlihat bergetar ketika memasukkan bungkusan amplop ke dalam kotak.
Saya bertanya kembali kenapa dia menjual amplop semurah itu. Padahal kalau kita membeli amplop di warung tidak mungkin dapat seratus rupiah satu. Dengan uang seribu mungkin hanya dapat lima buah amplop. Kakek itu menunjukkan kepada saya lembar kwitansi pembelian amplop di toko grosir. Tertulis di kwitansi itu nota pembelian 10 bungkus amplop surat senilai Rp7500. “Kakek cuma ambil sedikit”, lirihnya. Jadi, dia hanya mengambil keuntungan Rp250 untuk satu bungkus amplop yang isinya 10 lembar itu. Saya jadi terharu mendengar jawaban jujur si Kakek tua. Jika pedagang nakal ‘menipu’ harga dengan menaikkan harga jual sehingga keuntungan berlipat-lipat, Kakek tua itu hanya mengambil keuntungan yang tidak seberapa. Andaipun terjual sepuluh bungkus amplop saja keuntungannya tidak sampai untuk membeli nasi bungkus di pinggir jalan. Siapalah orang yang mau membeli amplop banyak-banyak pada zaman sekarang? Dalam sehari belum tentu laku sepuluh bungkus saja, apalagi untuk dua puluh bungkus amplop agar dapat membeli nasi.
Setelah selesai saya bayar Rp10.000 untuk sepuluh bungkus amplop, saya kembali menuju kantor. Tidak lupa saya selipkan sedikit uang lebih buat Kakek tua itu untuk membeli makan siang. Si Kakek tua menerima uang itu dengan tangan bergetar sambil mengucapkan terima kasih dengan suara hampir menangis. Saya segera bergegas pergi meninggalkannya karena mata ini sudah tidak tahan untuk meluruhkan air mata. Sambil berjalan saya teringat status seorang teman di fesbuk yang bunyinya begini: “Kakek-Kakek tua menjajakan barang dagangan yang tak laku-laku, ibu-ibu tua yang duduk tepekur di depan warungnya yang selalu sepi. Carilah alasan-alasan untuk membeli barang-barang dari mereka, meski kita tidak membutuhkannya saat ini. Jangan selalu beli barang di mal-mal dan toko-toko yang nyaman dan lengkap….”.

Si Kakek tua penjual amplop adalah salah satu dari mereka, yaitu para pedagang kaki lima yang barangnya tidak laku-laku. Cara paling mudah dan sederhana untuk membantu mereka adalah bukan memberi mereka uang, tetapi belilah jualan mereka atau pakailah jasa mereka. Meskipun barang-barang yang dijual oleh mereka sedikit lebih mahal daripada harga di mal dan toko, tetapi dengan membeli dagangan mereka insya Allah lebih banyak barokahnya, karena secara tidak langsung kita telah membantu kelangsungan usaha dan hidup mereka.

Dalam pandangan saya Kakek tua itu lebih terhormat daripada pengemis yang berkeliaran di masjid Salman, meminta-minta kepada orang yang lewat. Para pengemis itu mengerahkan anak-anak untuk memancing iba para pejalan kaki. Tetapi si Kakek tua tidak mau mengemis, ia tetap kukuh berjualan amplop yang keuntungannya tidak seberapa itu.
Di kantor saya amati lagi bungkusan amplop yang saya beli dari si Kakek tua tadi. Mungkin benar saya tidak terlalu membutuhkan amplop surat itu saat ini, tetapi uang sepuluh ribu yang saya keluarkan tadi sangat dibutuhkan si Kakek tua.

Kotak amplop yang berisi 10 bungkus amplop tadi saya simpan di sudut meja kerja. Siapa tahu nanti saya akan memerlukannya. Mungkin pada hari Jumat pekan-pekan selanjutnya saya akan melihat si Kakek tua berjualan kembali di sana, duduk melamun di depan dagangannya yang tak laku-laku.
sumber : blog Rinaldi Munir

Mari kita bersyukur telah diberikan kemampuan dan nikmat yang lebih daripada kakek ini. Tentu saja syukur ini akan jadi sekedar basa-basi bila tanpa tindakan nyata. Mari kita bersedekah lebih banyak kepada orang-orang yang diberikan kemampuan ekonomi lemah. Allah akan membalas setiap sedekah kita, amiin

Sabtu, 18 Agustus 2012

LAMPU LED SEBAGAI PENGANTI LAMPU NEON 220VAC

Sebetulnya lampu LED untuk rumah 
tangga dengan tegangan input 230VAC 
sudah banyak dipasaran. terutama di kota
besar. tentu dengan harga yang tidak murah, apalagi 
buat kantong seperti saya, gak bakalan kebeli.
maka sebaiknya kita bikin sendiri aja, coba
dilihat gambar samping,….(gampang khan).
Bahan-bahan:
1. LED putih. (di toko elektronik 1pc: Rp400)
2.dioda 1n4007 (4 buah)
3.elco 10uf/160volt.
4.capasitor 1uf/400v (ini optional tergantung rangkaian)
5.resistor secukupnya.
Dengan data LED yang PUTIH kalau gak salah 3volt 50mA. dengan memasukkan rumus waktu
saya sekolah SD dulu R=(V/I) dimana : R dlm ohm, V dalam volt  dan I dalam ampere.
kemudian kita cari nilai C dengan rumus f: 1/(2.3,14.R.C)
Dari soal diatas diketahui:
 1 buah LED: 3volt 50mA kali 24 buah LED, tegangan PLN 230VAC 50Hz.
maka:
 R: 3160 ohm dan C:1,007uf jadi untuk gambar diatas sudah bener dan sesuai rumus.
dan silahkan untuk dibuat terutama kere-er seperti saya, jika punya uang tentu lebih suka
membeli, maklum males ngopeni uang receh.
Jika rekan-rekan akan menambah jumlah LED atau mengurangi harus menghitung ulang nilai C-nya.
Untuk lebih jelas silahkan foto yang jadul, katrok dan ndeso di bawah ini:
dan semoga bermanfaat.



Jumat, 13 April 2012